Wajah Kartini di Ranah Kaligrafi

(Seorang Ibu di Nigeria sedang menulis kaligrafi sambil menggendong anaknya yang masih bayi)

Khatatah atau kaligrafer perempuan adalah nama yang jarang terdengar dalam seni kaligrafi Arab (khath). Seni tulis indah ini menuntut keterampilan dan kehalusan tangan dalam mengolah huruf (kehalusan identik dengan perempuan). Namun, justru kaum lelaki yang mendominasi khath dibanding kaum perempuan.

Dalam sejarah kaligrafi Arab diantara ribuan nama kaligrafer lelaki, terselip beberapa nama kaligrafer perempuan diantaranya: Hafsah putri khalifah Umar Ibnu al Khathab. Lewat tangan dan jasanya, seluruh kaum muslim di dunia dapat menikmati tulisan al Quran. Dalam sejarah, lembaran-lembaran mushaf al Quran yang dikumpulkan pada masa khalifah Umar disimpan oleh Hafsah. Kemudian khalifah Utsman ibnu Affan memintanya untuk disalin dan disebarkan ke berbagai wilayah kaum muslim.

Selain Hafsah, tercatat nama Durah Hanum yang pernah menyalin al Quran pada tahun 1192 H. Selain itu ada Bassam Alim, ibunda sultan Abdul Majid Khan yang juga seorang kaligrafer Dinasti Ottoman. Ada pula Rikkat Kunt, kaligrafer perempuan terakhir dinasti Ottoman mendampingi Hamid al Amidi yang ditahbiskan sebagai kaligrafer terakhir Ottoman. Beberapa karya Rikkat Kunt tersmipan di museum terkenal “Louvre” di Perancis.

Pada masa kini nama kaligrafer perempuan sudah banyak terdengar. Dalam lomba kaligrafi di Indonesia, kategori lomba dipisah antara lelaki dan perempuan, sehingga memicu semakin banyaknya perempuan kaligrafer.  Bahkan dalam Kompetisi Kaligrafi Internasional di Turki pada tahun 2007, beberapa kaligrafer perempuan berhasil mendapat penghargaan. Mereka antara lain: Nooria Karshea (Spanyol) dalam khath Tsuluts, Mayumi Kobayasi (Jepang) dalam Jali Ta’liq, dan Meliha Tevaric (Bosnia) dalam Jali Diwani. 

7 Tanggapan ke “Wajah Kartini di Ranah Kaligrafi”

  1. investasii..

    aniway.. website ini masih hidup kan?
    mohon di update donk kak, biar seru..
    siipp..

  2. [...] kaum ibu. Meski menggendong anak, mereka bisa juga belajar kaligrafi. Lihatlah foto-foto mereka di sini. Di sertai artikel, percayalah bahwa para perempuan juga berprestasi di bidang [...]

  3. benar, tidak banyak, tetapi selayaknya juga tidak dilupakan. sekedar menambah perbendaharaan nama-nama kaligrafer wanita lainnya, mungkin bisa anda lihat di blog saya. terima kasih.

  4. wah, tak disangka ya, ada kaligrafer wanita, ku sangkakan hanya kaum lelaki yg berkarya? tahniah

  5. teruslah kita lukis asma asma allah dan nabi muhammad.dan ukir lah kali grafi tersebut di hati kita.sampai akhir hayat.

  6. ka okeu tu, banyak request tolong di update bloggnya, hehe…

  7. subhanallah ini akan mejadi semangat ku untuk terus menekuni kaligrafi,fastabiqul khairat amin…………..

Tinggalkan Balasan